Rabu, 28 Desember 2011

TUGAS SOFTSKIL MATAKULIAH PERILAKU KONSUMEN STRATEGI DAN TANTANGAN EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pada intinya,kerja sama antar kelompok tani bisa berkembang ke bidang lain seperti pemenuhan alat-alat pertanian seperti traktor, rice mill, dan lain sebagainya. Dengan banyaknya kelompok tani yang bergabung maka bisa diadakan iuran atau pengajuan kredit atas nama paguyuban kelompok tani atau koperasi untuk membeli alat-alat tersebut yang nantinya dipergunakan bersama-sama secara bergantian atau apabila berupa alat produksi bisa diserahkan kepada kepengurusan bersama. Lembaga yang tepat untuk pengelolaan ini adalah pembentukan koperasi.

Sebagaimana kita ketahui,dengan adanya kerja sama antar kelompok tani yang kuat dan luas bisa diusahakan pembuatan sentra agro industri dimana koperasi yang menjadi pilihan pemersatu menjadi leading sectornya. Hasil agro dari para petani yang sudah disentrakan seperti misalnya sentra hasil pertanian tanaman salak dikoordinasikan dengan koperasi yang dibentuk bersama itu untuk dijual bersama-sama dengan harga standar untuk menjaga kestabilan harga sehingga tidak ada lagi istilah ”ngancurke rego”. Selain itu hasil salak yang akan diproses lebih lanjut disalurkan ke koperasi yang telah mempunyai alat pemrosesan salak untuk dibuat kripik salak yang kemudian siap dipasarkan.
Jadi, pada dasarnya konsep ini tidak menggiring para petani untuk dimonopoli oleh paguyubannya sendiri dengan koperasinya namun bagaimana secara bijaksana koperasi tersebut bisa benar-benar mensejahterakan anggotanya. Jika ada petani yang menjual sendiri hasil pertaniannya tidak melalui koperasi tentunya hal itu tidak bisa dipaksakan. Namun apabila penjualan tidak melewati paguyuban dengan koperasinya tentunya harus diadakan pendekatan agar tidak saling menghancurkan. Namun pada prinsipnya jika koperasi benar-benar berdaya guna tentunya semua petani maupun kelompok tani akan tetap solid untuk mencapai kesejahteraan bersama.
1.2 Rumusan Masalah
Kami akan menjelaskan secara jelas tentang Strategi Perkembangan Pertanian di Indonesia.mulai dari  awal pertamanya tahap tahap pertanian di Indonesia pada tahun ini.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulis ini,untuk memenuhi tugas perilaku konsumen,dan untuk mengetahui Strategi Perkembangan Pertanian Di Indonesia pada tahun ini.Sehingga penulis dapat memaparkan nya secara tepat,dan penulis juga sangat penting untuk menambah pengetahuan dan mengetahui secara sempurna.Jadi dengan hasil yang penulis paparkan di bawah ini,semoga kita dapat memamahami secara jelas tentang Strateg Perkembangan Pertanian pada tahun ini Di Indonesia.

BAB 2

PEMBAHASAN

Strategi Ekonomi Petani

A.     Kerja Sama Antar Kelompok Tani

Kelompok tani merupakan perkumpulan para petani di pedesaan yang salah satu tujuannya untuk mempermudah koordinasi, penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Lapangan Pertanian. Faktor beban dalam agrobisnis dalam hal ini adalah mencakup masalah pendanaan dan sumber daya manusia. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk, pestidida, obat-obatan pertanian, dan bibit para petani yang tegabung dalam kelompok tani harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan pola tanam per wilayah yang mengatur masa tanam yang termaktub dalam penentuan sentra pertanian. Dengan adanya pengaturan masa tanam maka kelompok tani yang berada dalam sentra melakukan kerja sama dalam bersama-sama membeli pupuk, pestisida, obat-obatan , maupun bibit. Dengan demikian untuk satu pembelanjaan dapat langsung memesan barang kebutuhan pertanian dalam jumlah besar sehingga didapat harga yang jauh lebih murah dibanding dengan mengecer. Dengan kondisi ini diharapkan biaya yang dikeluarkan oleh para petani menjadi lebih ringan yang nantinya berpengaruh kepada nilai keuntungan .



.
B.    Kerja Sama Antar Desa

Kerja sama antar desa menjadi sangat penting dimana aroma paternalistik dan primodialis masih cukup kuat dikalangan masyarakat Kabupaten Wonosobo. Para perangkat desa dibantu oleh Badan Permusyawaratan Desa dan para tokoh masyarakat harus mulai memberikan dorongan kepada para petani dan kolompok tani di wilayahnya untuk bisa bersama-sama bekerja sama dengan kelompok tani desa lain sehingga dalam penentuan harga bisa standar dan kuat dalam bargaining dengan pasar. Pembentukan koperasi bisa dalam setiap desa berdiri sendiri namun juga sangat baik jika beberapa desa satu koperasi atau setidaknya ada kerjasama rekat antara koperasi suatu desa dengan desa yang lain.
Desa dalam hal ini harus juga mulai merubah pola pemakaian anggaran desa yang dewasa ini kebanyakan mengacu kepada pembangunan fisik dan sedikit yang mengacu kepada pembangunan ekonomi. Semestinya desa mulai merencanakan anggaran dengan melihat faktor-faktor perekonomian yang ada disekitarnya. Pendanaan pembentukan koperasi mungkin lengkap dengan alat-alat agro industri dan modal awalnya mulai harus diperjuangkan dan direncanakan dengan matang. Tanpa campur tangan pihak-pihak yang berkompenten di pedesaan pembangunan perkonomian khususnya di bidang usaha pertanian akan mengalami kendala besar.


Jadi yang mempengaruhi  perkembangan pertanian di indonesia itu di sebabakan oleh:
1.Iklim/cuaca(musim,curah hujan,keadaan angin)
2.Sumber air tanah
3.Komposisi unsure hara yang terdapat di dalam tanah.


Ada empat faktor produksi pertanian yaitu:
1. Alam,
2. Tenaga kerja,
3. Modal,
4. Pengelolaan (manajemen).

Faktor produksi alam dan tenaga kerja sering disebut sebagai faktor produksi primer, faktor produksi modal dan pengolaan disebut faktor produksi sekunder. Ada literature menambahkan faktor produksi Teknologi sebagai faktor ke lima. Namun disinidinyatakan bahwa faktor teknologi itu bukan terpisah, dia hadir atau meresap masuk ke masing-masing faktor produksi di atas. Ada teknologi yang berkenaan dengan alam, ada teknologi tersendiri dalam tenaga kerja, dalam modal dan dalam manajemen. Dengan demikian faktor-faktor produksi tetap empat.

1.      Faktor Produksi Alam

Faktor produksi alam terdiri dari terdiri dari : Udara, Iklim, Lahan, Flora dan Fauna.Tanpa faktor produksi alam tidak ada produk pertanian. Tanpa tanah/ lahan, sinarmatahari, udara dan cahaya tidak ada hasil pertanian. Orang yang kurang memahami proses produksi pertanian menganggap faktor produksi yang tidak langka atau tidak terbatas (unscarcity) seperti udara, cahaya adalah tidak termasuk faktor produksi. Tanah/lahan yang bersifat langka/terbatas (scarcity) adalah sebagai faktor produksi. Pada era sebelum Masehi tanah ini juga belum bersifat scarcity, sama halnya dengan udara dan cahaya. Air di beberapa daerah masih bersifat unscarcity, namun di beberapa daerah sudah scarcity, karena itu dibangun irigasi, sprinkle dan kadang-kadang harus diciptakan hujan buatan.
Nelayan menangkap ikan di laut, perusahaan jungle log menebang kayu di hutan. Pernahkah nelayan memberi makan ikan di laut, pernahkah penebang kayu member pupuk kayu di hutan?? Ikan dan kayu itu adalah termasuk fauna dan flora. Analisis terhadap fauna dan flora sangat kurang sehingga terlupakan. Analisis terhadap factor unscarcity banyak disoroti oleh orang-orang dalam bidang biologi dan lingkungan. Pada zaman kehidupan manusia masih berburu, faktor lahan malah belum penting tetapi faktor flora dan fauna sebagai faktor utama. Setelah terjadi kehidupan menetap dan mulai bercocok tanam, tanah sudah menjadi faktor produksi penting, tetapi modal dan manajemen saat itu belum berfungsi. Pada saat perekonomian terbuka, ke empat faktor produksi mulai berperan. Sebagian flora diimprove, sebagian fauna didometifikasi oleh manusia untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih banyak, sebagian lagi flora/fauna sama sekali belum dijamah manusia.
Flora/tumbuhan sebagai pabrik primer pertanian. Dia ambil CO dari udara melalui stomata di daun (bagi flora yang berstomata), dia hisap H O dan zat-zat kimia seperti: N, P, K, Ca, Mg, Cl, Fe dan lain-lain dari tanah. Bahan-bahan ini dengan bantuan energy sinar matahari diproses untuk menghasilkan karbohidrat, lemak, vitamine, serat dan lainlain yang berguna bagi manusia dan hewan. Hanya flora di dunia ini yang mampu menghisap CO dan merubahnya ke bahan yang berguna, bila manusia atau hewan menghisap CO ini maka tammatlah riwayatnya.
Fauna/binatang sebagai pabrik sekunder pertanian. Ada fauna memakan flora (jenis herbivora) ada juga memakan fauna (jenis omnivora), kemudian menghasilkan daging, susu, telor, kulit yang berguna bagi manusia. Pada awalnya kehidupan flora dan fauna di alam berlangsung tanpa campur tangan manusia.
 Beribu jenis flora dan fauna telah mengalami evolusi sepanjang abad di
berbagai bagian dunia yang berlainan reaksinya terhadap adanya perbedaan-perbedaan dalam penyinaran matahari, suhu, jumlah air, kelembaban, sifat tubuh tanah dan lain-lain. Setiap jenis flora/fauna membutuhkan syarat-syarat tumbuh tersendiri. Terdapat pertumbuhan paling baik atau paling buruk pada musim-musim tertentu, pada suhu dan jumlah air tertentu untuk tiap tahap pertumbuhan yang berlainan. Jenis flora yang tumbuh di suatu daerah menentukan jenis fauna yang hidup disitu. Akhirnya terdapatlah berbagai kombinasi tertentu flora dan fauna di berbagai bagian di dunia ini.
Pertanian timbul ketika manusia mulai mengendalikan atau menguasai atau campur tangan dalam pertumbuhan flora/fauna, dengan mengaturnya sedemikian rupa sehingga lebih bermanfaat. Beda antara pertanian primitif dengan pertanian ilmiah terletak pada taraf pengendalian/pengusahaan tersebut yang telah terlaksana. Pada pertanian yang sangat primif orang menerima tubuh tanah, jenis tanaman/hewan seadanya. Pertanian ilmiah telah memakai kekuatan otak untuk meningkatkan pengendalian terhadap semua faktor yang mempengaruhi produksi tanaman/hewan. Pada tahap awal timbulnya pertanian, faktor lahan bersifat unscarcity, makin lama sifatnya menjadi scarcity. Tuhan hanya sekali menciptakan lahan/tanah, manusia bertambah banyak, lahan menjadi barang rebutan. Orang yang kuat merebut atau berkemampuan tinggi memiliki lahan luas, orang yang lemah memiliki lahan sempit. Inilah awal dari timbulnya ketimpangan pemilikan lahan. Pemilikan atau pengusahaan lahan bermacam-macam. Dalam fasal 33 UUD dikatakan tanah dikuasai oleh negara. Menurut hukum agraria dikenal hak-hak atas tanah antara lain
adalah:
1. Hak milik
2. HGU (Hak Guna Usaha)
3. HGB (Hak Guna Bangunan)
4. Hak pakai
5. Hak membuka tanah
6. Hak tanah ulayat
7. Hak tanah adat
8. Hak sewa
9. Hak memungut hasil hutan.
10. Hak eigendom
11. Hak erfpacht
12. Hak tanah opstal.
Tanah/lahan dalam arti sesungguhnya bukan termasuk modal, karena tanah bukan buatan manusia atau hasil produksi. Orang awam menganggap tanah sebagai modal utama atau satu-satunya modal bagi petani.
 Hal ini karena tanah mempunyai fungsi sosial dan fungsi ekonomi.
 Fungsi ekonomi dari tanah adalah:
1. Dapat diperjual belikan
2. Dapat disewakan,
3. Dapat dijadikan jaminan kredit.
Areal tanah di pinggiran kota atau di dekat proyek industri/pemukiman, saat ini sudah banyak diperjual belikan yang kemudian lahan pertanian beralih fungsi ke lahan nonpertanian. Harga tanah per m² di lokasi tersebut cukup tinggi dan menggiurkan, sehingga petani pemilik tanah menjualnya. Petani menganggap lebih beruntung tanah itu dijual daripada diusahakan sebagai lahan pertanian. Bila tanah sudah beralih fungsi, maka tingkat kesuburan tubuh tanah tidak berarti lagi. Tidak ada atau sangat langka tanah/lahan nonpertanian beralih fungsi ke tanah/lahan pertanian. Antar sesama petani juga sering terjadi transaksi jual beli tanah yang belum beralih fungsi. Menyusul ada pula penduduk kota membeli lahan pertanian, ini juga menambah ketimpangan pemilikan lahan. Ada petani yang dulunya memiliki lahan beberapa hektar, akhirnya dia berubah status menjadi petani penyewa atau buruh tani. Mengapa orang kota mau membeli lahan ke desa? Orang kota tahu bahwa membeli lahan dan mengusahakannya bagi dia tidak layak kalau dihitung IRR atau B/C Rationya.

Namun keputusannya tetap membeli sebidang lahan karena:
Sifat berjaga-jaga.
Sifat harga tanah makin lama makin tinggi.
Jumlah/luas lahan bersifat scarcity.
Menyimpan harta, tanah tidak dapat terbakar, mudah mengurusnya, sulit
dicuri orang.
Meningkatkan status sosial/gengsi/ dan kesejahteraan rohaninya.
Tanah dapat disewakan misalnya dengan bagi hasil atau bentuk-bentuk lain. David
Ricardo dngan teorinya mengenai sewa tanah diferensial yaitu:
makin subur tanah maka makin tinggi sewanya,
makin tinggi harga komoditi yang diusahakan di lahan itu maka makin
tinggi sewanya.
Juga economic location, menentukan tingkat sewa tanah, yaitu:
letak tanah,
prasarana ke lokasi,
jarak lokasi dari pemukiman.
UUPH (Undang2 Pokok Bagi Hasil) sejak tahun 1960 menganjurkan agar perjanjian
sewa-menyewa tanah dibuat secara tertulis agar supaya:
ada jaminan dalam waktu penyakapan
dapat ditentukan secara tegas hak dan kewajiban pemilik dan penyewa
tanah
pembagian hasil bersifat adil, tidak ada pihak ditekan.
Kenyataannya lebih sering perjanjian itu hanya secara lisan saja di setiap daerah. Ke dua belah pihak lebih menyenangi perjanjian lisan dengan hubungan kekeluargaan, biarpun nantinya terjadi konflik atau pemerasan terselubung. Pengaruh kesuburan tanah terhadap jumlah hasil adalah berbeda untuk setiap sub sector pertani. Tingkat kesuburan berpengaruh kuat terhadap jumlah hasil pada usaha pertanian rakyat dan perkebunan, tetapi tidak begitu berpengaruh pada kehutanan dan perikanan. Pada subsektor peternakan tidak secara langsung kesuburan tanah mempengaruhi tingkat hasilnya. Bagi ternak ayam, babi dan ternak lain yang dipelihara di kandang, kesuburan tanah tidak ada pengaruhnya terhadap produksi. Bagi ternak ruminansia (pemakan rumput) yang digembalakan (sistem pasture), kesuburan tanah sangat berpengaruh nyata.

2. Faktor Produksi Modal
Modal dalam arti ekonomi adalah hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produksi selanjutnya. Von Bohm-Bawerk menjelaskan sebagai berikut: Segala jenis barang yang dihasilkan dan dimiliki masyarakat disebut kekayaan masyarakat. Kekayaan itu digunakan:
Sebagian untuk konsumsi.
Sebagian untuk memproduksi barang-barang baru, inilah yang disebut
modal masyarakat atau modal sosial.

Perkataan modal atau kapital dalam arti sehari-hari digunakan dalam bermacam arti,
yaitu:
modal sama artinya dengan harta kekayaan seseorang.
modal dapat mendatangkan penghasilan bagi si pemilik modal, dan ini
terlepas dari kerjanya.
Menurut sifatnya modal dibagi menjadi:
Modal tetap adalah barang-barang modal yang digunakan dalam proses
produksi yang dapat digunakan beberapa kali. Meskipun akhirnya modal
itu tandas atau habis juga, tetapi sama sekali tidak terhisap dalam hasil.
Contoh modal tetap : mesin, bangunan, alat-alat pertanian.
Modal bergerak adalah barang-barang modal yang dipakai dalam proses
produksi dan habis terpakai dalam proses produksi. Contoh modal
bergerak: pupuk, bahan bakar, bahan mentah.
Dibuat perbedaan modal tetap dan modal bergerak berhubung dengan perhitungan biaya
pada proses produksi, yaitu:
Biaya modal bergerak diperhitungkan dalam harga biaya riel (pada saat itu).
Biaya modal tetap diperhitungkan melalui penyusutan nilai.
Apakah ilmu itu termasuk modal??
1. Menurut Bordewyk, ilmu adalah tidak termasuk modal. Pekerjaan otak yang
ditujukan untuk produksi adalah sebagai tenaga kerja. Ilmu bersifat kekal, tetapi
modal tidak demikian.
2. Menurut Wagner, ilmu sama dengan modal. Ilmu dapat disamakan suatu benda
yang dihasilkan sendiri. Ilmu dapat dipakai menolong dalam membuat barang.
Orang/masyarakat berilmu menimbulkan kekuasaan ekonomi.
3. Menurut Polak, modal sebagai kekuasaan yang terhimpun atas barang-barang
termasuk yang belum digunakan.
$
Apakah uang itu termasuk modal??
1. Sebagian ahli mengatakan bahwa uang bukan termasuk modal, karena uang tidak
dapat menghasilkan barang-barang baru.
2. Sebagian ahli mengatakan bahwa uang termasuk modal, karena uang sebagai alat
tukar, tindakan tukar-menukar itu adalah sebagai usaha produksi.
3. Sebagian ahli mengatakan bahwa tergantung penggunaan uang itu. Bila uang itu
dibelikan barang konsumsi, maka uang tersebut bukan sebagai modal. Bila uang
itu dibelikan barang untuk usaha produksi, maka itu termasuk modal.
Mengapa tanah tidak termasuk modal??
1. Tanah pemberian alam bukan sebagai barang yang dihasilkan
2. Tanah tidak dapat diperbanyak, modal dapat diperbanyak
3. Pada hakekatnya tanah itu tidak dapat dihancurkan
4. Tanah tidak dapat dipindah-pindahkan, terikat pada alam
5. Laba yang diperoleh dari tanah adalah sewa. Makin intensif tanah digunakan
makin tinggi sewanya, makin intensif modal digunakan makin turun labanya.
6. Nilai tanah tidak mengalami penyusutan (bahkan naik dari tahun ke tahun??),
modal mengalami penyusutan.



Mengapa tanah dianggap sebagai modal??

1. Tanah dapat memberikan penghasilan (modal pribadi)
2. Tanah yang telah diusahakan sudah mengalami berbagai perubahan dan
perbaikan, dia bukan lagi sebagai anugrah alam.

Bagaimana asal mula terbentuk modal??
Kasus pada nelayan:
Mula-mula nelayan menangkap ikan hanya dengan tangan saja, cara ini tidak efisien menurut nelayan. Timbul ide memakai alat (jala) dalam menangkap ikan. Untuk membuat jala dibutuhkan waktu. Bila jala sudah selesai maka dengan alat ini nanti akan diperoleh hasil tangkapan ikan yang lebih banyak. Hasil pembuatan ini (jala) yang akan nanti digunakan dalam proses selanjutnya disebut m o d a l.
Jadi modal itu terbentuk karena adanya:
produksi
penabungan dari produksi
pemakaian benda tabungan untuk produksi selanjutnya.
Karena modal menghasilkan barang-barang baru atau alat untuk memupuk pendapatan, maka timbul minat atau motivasi untuk menciptakan modal (capital information). Capital information diperoleh melalui tabungan, warisan, kredit, bantuan pihak lain. Modal pertanian selalu dinyatakan dalam bentuk uang. Modal sendiri atau modal dari kredit/pinjaman pada hakekatnya sama saja dalam proses produksi. Modal sendiri juga harus diperhitungkan bunga uangnya sebagai balas jasa modal dalam berproduksi.
Modal Fisik dan modal Manusiawi:
Modal fisik atau modal material dalam pertanian seperti alat-alat pertanian, bibit, pupuk, ternak, bangunan dan lain-lain. Modal manusiawi (human capital) seperti biaya untuk pendidikan petani, latihan dan peningkatan kesehatan dan lain-lain. Modal manusiawi tidak secara langsung berpengaruh terhadap produksi, akan tetapi dia akan dapat menaikkan produk-tivitas kerja pada waktu mendatang.
Kredit Dalam Pertanian:
Petani kecil atau petani yang tidak mempunyai modal sendiri memerlukan kredit untuk modal, karena mereka kurang/tidak mampu menabung. Bermacam-macam kredit dalam pertanian dan semuanya ini bertujuan untuk menaikkan produksi dan pendapatan petani penerima kredit. Antara lain kredit di pertanian itu:
Kredit Bimas pada pertanian rakyat
Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) pada
nelayan dan pada peternakan
Kredit Usaha Tani (KUT) pada usahatani.

Mengapa BRI/KUD sulit membantu petani dengan menyalurkan kredit? Hal ini
disebabkan beberapa faktor, antara lain adalah:

1. Lahan petani sempit
2. Populasi atau calon penerima kredit sangat banyak
3. Tingkatan berproduksi petani masih bercampur subsisten
4. Kegiatan berproduksi bercampur dengan konsumsi. Bank mem-berikan
kredit produksi ke petani, akan tetapi petani menggunakan uang itu untuk
konsumsi.

Oleh karena itu petani mengambil kredit atau pinjaman di perdesaan melalui ijon.
Walaupun tingkat bunga pada ijon lebih tinggi daripada bunga pinjaman pada bank, namun petani masih lebih suka atau lebih mau mengambil pinjaman atau kredit melalui ijon. Dengan kata lain sistem ijon masih dapat berkembang di perdesaan, antara lain disebabkan oleh:

Uraian Sistem Ijon Bank/KUD

1.Jaminan Hasil tanaman yang belum Barang atau lahan yang
dipanen. punya sertifikat.
2.Perjanjian Tanpa tertulis, cukup saksi Harus tertulis dan harus
hidup. ditanda tangani.
3.Prosedur Mudah/praktis. Berbelit-belit.
4.Pendekatan Kekeluargaan. Individual/bisnis.
5.Waktu tunggu Singkat/cepat. Lama/lambat.
6.Arti kredit Masih ada. Sudah hilang.
7.Penggunaan Sesuka hati petani. Harus tertentu/jelas.
8.Bunga kredit Lebih tinggi. Lebih rendah.
Arti kredit pada dasarnya adalah kepercayaan, bagi warga desa menandatangani itu kurang menyenangkan, sekali gus dianggap tidak ada lagi disitu unsur kepercayaan. Walaupun dalam tindakan ekonomi, namun unsur sosiologi/budaya ikut berperan dalam pengambilan keputusan dalam prilaku ekonomi itu.

Modal dan Biaya Produksi:

Sering mahasiswa bingung/tidak tahu apa beda dan apa hubungan antara modal dengan biaya dalam ekonomi pertanian. Modal tetap (investasi) diterjemahkan menjadi biaya produksi melalui biaya penyusutan (depreciation cost) dan bunga modal itu sendiri. Modal bergerak langsung menjadi biaya produksi. Sebagai contoh pada seorang petani mempunyai usahatani seluas 2 ha. Dia telah mengorbankan modal/biaya dan lain-lain
sebagai berikut:
Membeli 1 sprayer, Rp.300.000
Membeli 2 cangkol, Rp.100.000
Membeli 100 kg pupuk buatan Rp.150.000
Membeli 2 botol pestisida Rp. 50.000
Membayar 50 HKP tenaga kerja Rp.100.000
Daya tahan sprayer 5 tahun.
Daya tahan cangkol 4 tahun.
Bunga uang per tahun 10%.

Biaya produksi setahun untuk 2 ha lahan itu adalah:

1. Penyusutan sprayer = (Rp.300.000 / 5 tahun) Rp. 60.000
2. Penyusutan cangkol = (Rp.100.000 / 4 tahun) Rp. 25.000
3. Bunga modal = 10% x Rp.(300.000+100.000) Rp. 40.000
4. Membeli 100 kg pupuk buatan Rp.150.000
5. Membeli 2 botol pestisida Rp. 50.000
6. Membayar 50 HKP tenaga kerja Rp.100.000
Jumlah biaya produksi Rp.425.000

Dalam usaha tanaman keras (perenial) misalnya di perkebunan karet cara di atas kurang tepat. Contoh sebagai berikut: Mulai tanam pada tahun 2000, mulai menghasilkan tahun 2005, perlu dihitung sampai dengan tahun 2010. Secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:
Pada periode Tahun 2000 sampai 2005 disebut masa TBM atau investasi, semua
pengeluaran nilainya menjadi modal. Pada periode Tahun 2005 sampai 2010 dan
seterusnya disebut masa TM, disini ada pengeluaran langsung menjadi biaya yaitu beli pupuk dan bayar tenaga kerja. Pengeluaran untuk membuat bangunan dan membeli alat-alat termasuk membeli traktor adalah pengeluaran investasi. Investasi pada masa TM ini dirubah menjadi biaya melalui biaya penyusutan dan bunga uang.

3. Faktor Produksi Tenaga Kerja

Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah suatu alat kekusaan fisik dan otak manusia yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan ditujukan kepada usaha produksi. Tenaga kerja yang bukan bertujuan usaha produksi misalnya tenaga untuk sport disebut langkah bebas.
Bila seorang petani mempunyai ternak sapi yang digunakan membajak sawah, atau suatu perkebunan yang mempunyai traktor untuk mengolah tanah, apakah sapi dan traktor itu termasuk faktor produksi tenaga kerja? Sapi dan traktor itu bukan faktor tenaga kerja, tetapi masuk dalam faktor produksi modal. Faktor produksi tenaga kerja tidak dapat dipisahkan dari manusia, sapi dan traktor jelas
berpisah dengan manusia. Sapi dan traktor dapat menggantikan tenaga kerja manusia dalam hal membajak dan mengolah tanah.


BAB 3




PENUTUP

KESIMPULAN


Jadi,tantangan tantangan yang di hadapi petani di Indonesia memang ada susah,ada untung.dmana dari hasi studi kasus ini penulis menjelaskan,perkembangan pertannian memang banyak tantangan nya pada tahun ini,dan dari hasil pengamatan penulis,petani ada yang tergantung nasib seseorang untuk usaha tani tersebut.Tantangan tantangan yang di hadapi petani berupa,iklim,Sumber air tanah,Komposisi unsure hara yang ada di dalam tanah.Jadi memang tantangan itu dari tahun ketahun,sehingga kita bias mengetahui seberapa besar pendapatan petani per tahun nya.


Untuk itu,wajar lah harga harga barang bias di naikkan,untuk bias saling untung.Karena hidup petani itu cumin dari tani nya tersebut.Karena,tampa petani kita tidak bias hidup,jadi kita harus berterimah kasih kepada yang bertani.penulis sangat berterimah kasih untuk petani yang sabar menghadapi tantangan tantangan yang di hadapi nya.

Senin, 07 November 2011

BAB 3 Metode riset


METODOLOGI PENELITIAN

( Data )
Penelitian yang dilakukan dalam tulisan ini menggunakan metode survey yang
mengkombinasikan data kualitatif yaitu mengenai alat
Transportasi masyarakat berupa Mobil. Hal ini digunakan untuk memperoleh hasil gambaran kualitatif yang diberikan oleh masyarakat terhadap tingkat kepuasaan pelayanan mobil. Meskipun dalam metode penelitian ini relatif kecil baik jumlah sample maupun ruang lingkup populasinya, akan tetapi hasilnya diharapkan dapat memberi gambaran awal tentang alat transportasi bagi masyarakat di kalangan kelas menengah atas. Dan terdapat banyak merek mobil di shorum, yaitu berupa: Toyota,Daihatsu dll. Sehingga kalangan masyarakat menengah atas bingung untuk memilih produk kualitas tersebut.


( Eksplorasi data )
Populasi penelitian adalah produk Avanza mengungguli dari setiap produk merek mobil lainnya,berikut hasil terbesar Toyota diperoleh dari model terlaris di Indonesia, yaitu Avanza 141.799 unit atau naik 41,7 persen. Model ini menghasilkan 50,5 persen dari seluruh penjualan Toyota pada 2010. Johnny Darmawan, Presiden Toyota Astra Motor mengaku, sejak mulai dijual pertama kali, awal 2004, jumlahnya sudah mencapai setengah juta unit. Sementara itu, saudara kembarnya, Daihatsu Xenia juga mengalami kenaikan besar tahun lalu, 51 persen, dari 43.409 unit (2009) menjadi 65.901 unit. Kontribusi Xenia terhaap penjualan Daihatsu 55,5 persen.
Sedangkan Avanza dan Xenia ditotal, menjadi 207.700 unit atau menguasai 27,2 persen. Pangsa ini turun dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 30 persen.
Inilah merek dan model mobil paling banyak laku di Indonesia selama 2010 plus kategori kendaraan, yaitu penumpang, komersial dan sedan berdasarkan merek.
 .


Penarikan sampel dengan menggunkan teknik ini dimugkinkan untuk memperoleh sampel yang representatif dari populasi yang ada.
Berikut beberapa pertanyaan mengenai Alat Transportasi Mobil dikalangan Masyarakat, diantaranya yaitu: Menunjukkan bahwa transportasi Mobil memiliki berbagai macam jenis, seperti kalangan masyarakat pada umumnya tertarik untuk memilih produk Avanza, yaitu mempunyai unggulan sebagai beriku:Penggunaan Bahan Bakar yang sangat irit,Style bagus dll.
1. Adakah manfaat bagi para masyarakat untuk mendapatkan dalam mengelolah  mobil
2. Adakah minat masyarakat dalam pengelolaan mobil
3. Adakah media pendidikan yang  dapatkan dalam pengelolaan mobil




Dari beberapa pertanyaan di atas perlu adanya perbaikan yang lebih bagus&menarik para konsumen. Disiplin berlalu lintas harus ditegakan bukan hanya teori saja, tetapi dalam prakteknya setiap pengendara yang melanggar peraturan harus ditindak tegas. Diharapkan lalu lintas lancar.



( Variabel indikator )
Variabel yang akan diteliti meliputi
a)      Harga jual mobil terjangkau
b)      Rasa nyaman karena berAC
c)     Lebih cepat


( Model penelitian )
Data yang telah dikumpulkan akan diolah dan disajikan melalui :
1. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara meringkas dan mengklasifikasikan jawaban responden terhadap alasan mengapa masyarakat memilih mobil sebagai mobil pribadinya sendiri.

Sumber :
www,google.com

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/prihantoro/

Kamis, 03 November 2011

SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN

BAB 1
PENDAHULUAN
Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, tunggal dan khas. Ia sebagai subjek yang merupakan suatu kesatuan psiko-fisik dengan berbagai kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungan, dengan sesama, dan dengan Tuhan yang menciptakannya. Bila dilihat dari berbagai sudut pandang, manusia memiliki berbagai karakteristik dan perbedaan tertentu, yang membedakan individu satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut;
  • Sumber Daya Ekonomi
  • Sumber Daya Sementara
  • Sumber Daya Kognitif
  • Kandungan Pengetahuan
  • Organisasi: Pengetahuan

Dalam materi ini kita akan membahas tentang perbedaan individu antara lain; sumber daya konsumen, motivasi, pengetahuan, sikap dan kepribadian, nilai dan gaya hidup.

BAB II
PEMBAHASAN

6.         Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan
6.1       Sumber Daya Konsumen
a. pengertian sumber daya ekonomi

Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. b. sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or exhaustible resources). Jenis sumberdaya ini pada dasarnya meliputi sumberdaya alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti misalnya : tembaga, nikel,aluminium,dll.Sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumberdaya alam jenis ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah pemanfaatannya. c. sumberdaya alam yang potensial untuk diperbarui (potentially renewable resources). Kategori sumberdaya alam ini tergolong sumberdaya alam yang bisa habis dalam jangka pendek jika digunakan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya ; pohon-pohon di hutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain-lain Sumberdaya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilayah (daerah). Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.Disamping komponen sumberdaya alam, pada saat ini peranan sumberdaya manusia (human resources) dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan. Faktor sumberdaya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam telaah teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional maupun daerah. Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama di negara-negara berkembang sejak era 80-an. Strategi pembangunan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pakar perencanaan pembangunan ekonomi berkebangsaan Pakistan yang bernama Mahbub Ul Haq yang pada saat itu menjadi konsultan Utama United Nation Development Programme (UNDP). Mahbub Ul Haq berpendapat bahwa pengembangan sumberdaya manusia harus dijadikan landasan utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, dan hal ini dianggap penting mengingat ketertinggalan negara-negara berkembang terhadap negara-negara industri maju dalam tingkat kesejahteraan ekonomi seperti kualitas dan standar hidup hanya akan dapat diperkecil manakala terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.Dari pola pemikiran seperti diatas maka takaran peranan sumberdaya manusia dalam proses pembangunan ekonomi dalam konteks untuk mengurangi kesenjangan pembangunan ekonomi pada dasarnya harus dilihat dari aspek peningkatan kualitasnya. Dengan kualitas sumberdaya manusia yang semakin meningkat, akan dapat mendorong peningkatan produktivitas ekonomi sekaligus sebagai modal dasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi.Bagi kebayakan negara-negara yang tingkat pembangunan ekonominya sudah tergolong lebih maju, produktivitas sumberdaya manusia secara teknis telah dijadikan sebagai instrumen terpenting untuk mempertahankan pencapaian laju pertumbuhan ekonomi, sekaligus dalam upaya untuk memperkuat basis struktural perekonomiannya. Dalam era globalisasi, kualitas sumberdaya manusia yang handal akan sangat membantu suatu negara untuk memenangkan kompetisi atau persaingan dalam perekonomian global sekaligus dapat menjaga eksistensi negara tersebut dalam percaturan dan dinamika perekonomian dunia yang semakin kompetitif.

6.2 Sumber Daya Sementara
a. Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food

6.3 Sumber Daya Kognitif

Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme,
Teori sumber daya kognitif 
adalah kepemimpinan teori psikologi industri dan organisasi yang dikembangkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987 sebagai konseptualisasi dari model kontingensi Fiedler . Teori ini berfokus pada pengaruh pemimpin intelijen dan pengalaman tentang nya atau reaksinya terhadap stres .
Inti dari teori ini adalah bahwa stres adalah musuh rasionalitas, merusak kemampuan pemimpin untuk berpikir logis dan analitis. Namun, pengalaman pemimpin dan kecerdasan dapat mengurangi pengaruh stres pada (atau dia) nya tindakan: kecerdasan adalah faktor utama dalam situasi stres rendah, sementara jumlah pengalaman selama lebih selama-saat stres.
prediksi teori sumber daya kognitif
  1. Kemampuan kognitif Seorang pemimpin memberikan kontribusi terhadap kinerja tim hanya ketika pendekatan pemimpin adalah direktif. Ketika para pemimpin lebih baik dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, agar rencana mereka dan keputusan untuk dilaksanakan, mereka perlu untuk memberitahu orang apa yang harus dilakukan, bukan hanya berharap mereka setuju dengan mereka. Ketika mereka tidak lebih baik dari orang-orang di tim, maka pendekatan non-direktif adalah lebih tepat, misalnya di mana mereka memfasilitasi diskusi terbuka di mana ide-ide tim dapat ditayangkan dan pendekatan yang terbaik diidentifikasi dan diimplementasikan.
  2. Stres mempengaruhi hubungan antara kecerdasan dan kualitas keputusan. Ketika ada tekanan rendah, maka intelijen adalah sepenuhnya fungsional dan memberikan kontribusi yang optimal. Namun, selama stres yang tinggi, kecerdasan alam tidak hanya membuat perbedaan, tetapi juga mungkin memiliki efek negatif. Salah satu alasan untuk ini mungkin bahwa orang cerdas mencari solusi rasional, yang mungkin tidak tersedia (dan mungkin salah satu penyebab stres). Dalam situasi seperti itu, seorang pemimpin yang berpengalaman dalam keputusan-keputusan 'usus merasa' dipaksa untuk mengandalkan pendekatan asing. Kemungkinan lain adalah bahwa pemimpin retret dalam dirinya / dirinya sendiri, berpikir keras tentang masalah ini, meninggalkan kelompok untuk perangkat mereka sendiri.
  3. Pengalaman adalah positif berhubungan dengan kualitas keputusan di bawah tekanan tinggi. Ketika ada situasi stres yang tinggi dan kecerdasan terganggu, pengalaman situasi yang sama atau mirip memungkinkan pemimpin untuk bereaksi dengan cara yang tepat tanpa harus berpikir hati-hati tentang situasi. Pengalaman pengambilan keputusan di bawah tekanan juga akan berkontribusi terhadap keputusan yang lebih baik daripada mencoba untuk mengatasi dengan otak-kekuasaan belaka.
  4. Untuk tugas-tugas sederhana, pemimpin intelijen dan pengalaman tidak relevan. Ketika bawahan diberi tugas yang tidak membutuhkan arahan atau dukungan, maka tidak peduli seberapa baik pemimpin adalah pada pengambilan keputusan, karena mereka mudah untuk membuat, bahkan untuk bawahan, dan karenanya tidak memerlukan dukungan lebih lanjut.
a. Periode sensorimotor
Menurut Piaget,bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:
1. Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.
2. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
3. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
4. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
5. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
6. Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreatifitas
b. Tahapan praoperasional
Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.
Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan bahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.
c. Tahapan operasional konkrit
Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:
• Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
• Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme(anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)
• Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.
• Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
• Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.
d. Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.
e. Tahapan operasional formal
Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif penawaran normal, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.


Informasi umum mengenai tahapan-tahapan
Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur.
• Universal (tidak terkait budaya)
• Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan
• Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis
• Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi)
• Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif
Proses perkembangan
Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengann burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini.
Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.
Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak.
Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.
Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.

6.4       Kandungan Pengetahuan
Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam :
1.      Pengetahuan Produk
2.      Pengetahuan Pembelian
3.      Pengetahuan Pemakaian
Keterangan:
1.      Pengetahuan Produk
Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produkdan kepercayaan mengenai produk.
Jenis Pengetahuan Produk:
(1)   Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk
(2)   Pengetahuan tentang manfaat produk
(3)   Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen
2.      Pengetahuan Pembelian
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut.
Perilaku Membeli:
1.      Store Contact
Meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
2.      Product Contact
Konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tersebut dan membawanya ke kasir.
3.      Transaction
Konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya.
3.      Pengetahuan Pemakaian
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.
Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.
  • Sikap
Sikap adalah perasaan dari konsumen (positif dan negatif) dari suatu objek setelah dia mengevaluasi. Semakin banyak objek yang dievaluasi akan semakin banyak sikap yang terbentuk.
Sikap memiliki beberapa fungsi, yaitu;
1.      fungsi penyesuaian
2.      ego defensive
3.      ekspresi nilai
4.      pengetahuan
6.5  Organisasi: Pengetahuan


Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.
Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
(1) Pengetahuan ttg karakteristik/atribut produk
(2) Pengetahuan ttg manfaat produk
(3) Pengetahuan ttg kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.
(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis
(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk
BAB III
Penutup
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya rujukan atau refernsi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini, saya banayak berharap kepada pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran tang membangun kepada saya sekalu penulis demi sempunanya makalah ini dan penulisan makalah-makalah di kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi saya dan khususnya bagi pembaca sekalian.
Atas perhatian dan waktunya saya ucapakan banayak terima kasih.



Nama : Kasman Butar-Butar
Kelas : 3ea13
Npm : 16209412